1. Piala Dunia 1938 Sejujurnya,
saya tidak pernah menganggap Indonesia pernah lolos ke Piala Dunia.
Saya tidak ingin mengakui sebuah “prestasi” yang kita dapatkan tanpa
usaha. Apalagi, kita berpartisipasi menggunakan nama Hindia Belanda. Namun
jelas ini adalah awal persepakbolaan Indonesia yang patut untuk kita
kenang, sambil berharap suatu saat kita akan bermain disana dengan nama
Indonesia di papan skor. 2. Asian Games 1970 Saya
murni menyukai jersey ini karena lambang Garuda yang begitu besar di
tengah jersey. Nampak terlalu indah menurut saya untuk sebuah jersey di
tahun 1970. 3. Pra Piala Dunia 1986 (Away) Salah
satu kostum away terbaik dari Indonesia. Menggunakan Adidas sebagai
apparel, three stripes yang tertempel dari bahu hingga ke lengan tampak
serasi dengan V-neck. Perpaduan warna putih dan hijau pun terlihat
sangat menarik. 4. Sea Games 1987 Adidas
hanya melakukan sedikit perubahan pada jersey ini dengan jersey yang
digunakan pada tahun 1986. Namun meski hanya memindahkan lambang Garuda
ke dada kiri pemain, mengganti model kerah, dan menambah garis-garis
melintang, seragam ini tetap enak untuk dipandang. Apalagi mereka
berhasil meraih emas di Sea Games 1987. 5. Sea Games 1997 Meski
hanya meraih medali perak di Sea Games 1997, tetap saja salah satu
seragam paling nyentrik yang pernah dimiliki oleh timnas Indonesia ini
tidak mudah untuk dilupakan. 6. Asian Cup 2004 Turnamen
ini patut dikenang karena kita berhasil meraih kemenangan pertama di
ajang Asian Cup berkat gol dari Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman.
Jersey yang mereka kenakan juga sebenarnya tampak menarik dengan
kehadiran garis-garis yang malang melintang seperti kita sedang membuat
seragam untuk tim kita di Master League Winning Eleven. Cermat saya,
satu-satunya hal yang membuat jersey ini mudah dilupakan adalah karena
keberadaan lambang PSSI disana. 7. Asian Cup 2007 Saya
sebenarnya agak kurang paham sejak kapan jersey timnas menjadi sesuatu
yang berharga di mata orang Indonesia. Namun yang pasti, saya tidak akan
pernah melupakan apa yang terjadi di tahun 2004. Bagi
saya, ini adalah awal kebangkitan sepak bola Indonesia dari hal
promosi. Saya masih ingat betul bagaimana billboard-billboard di daerah
Senayan diisi oleh wajah Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, dan Firman
Utina. Sungguh indah melihat mereka akhirnya mendapatkan jersey yang
pantas bagi sebuah tim nasional. Hal
lain yang membuat jersey yang motifnya cenderung terlalu sederhana ini
menjadi begitu berharga adalah karena di Asian Cup 2007, rakyat
Indonesia dari seluruh kalangan mulai “belajar” untuk mencintai timnas
mereka dan berani untuk datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. 8. AFF Cup 2010 Setelah
naik turun persepakbolaan kita selepas Asian Cup 2007, Nike kembali
sukses mencuri perhatian dengan promosi besar-besaran. Apparel tersebut
melepas jersey yang nampak keren digunakan oleh para punggawa timnas. Lambang
Garuda yang “dikurung” oleh sebuah lingkaran, plus watermarknya yang
menyelimuti hampir seluruh bagian depan jersey membuat seragam ini
menjadi salah satu jersey terbaik yang pernah dimiliki timnas sepanjang
masa. 9. AFF Cup 2012 Di
tengah dualisme yang membuat rakyat Indonesia menjadi apatis (tentu
saja sebelum akhirnya kita menang dari Singapore berkat gol indah Andik
Vermansyah), launching seragam ini menjadi kurang terasa megah. Apalagi
banyak kurator jersey yang menilai Nike sangat tidak kretif dengan hanya
menjadikan motif ini sebagai template. Namun
bagi saya, keberadaan warna hijau di bagian lengan dan bawah jersey
nampak serasi dengan warna merah yang ada. Apalagi ditambah tulisan
“Bhinneka Tunggal Ika” di bagian dalamnya. 10. AFF Cup 2012 (Away) Jersey
away kita yang satu ini memang nampak terlalu sederhana. Namun
kesederhanaan tersebutlah yang membuat seragam ini menjadi enak untuk
dipandang. Garis vertikal berwarna hijau plus membiarkan lengan kanan
tanpa motif semakin membuat jersey ini elegan dengan caranya sendiri.